Dunia remaja adalah di mana para remaja masih mencari-cari jati dirinya, sehingga emosinya masih labil dan belum dapat meredam segala gejolak jiwanya jika sedang meletup-letup tak terkendali. Dan sangat berpengaruh sekali masih dengan meniru budaya-buadaya dari asing yang mereka anggap baik tanpa me-filter-nya dulu. Di lihat dari pikiranya pun mereka belum dapat berpikir secara lebih dewasa dan masih menggunakan perasaan tanpa memperhitungkan logika maupun akalnnya.
Kita lihat bahwasannya kehidupan remaja saat ini sangat memperhatinkan sekali keadaanya. Gaya pacaranya pun bisa di katakan sudah kelewat batas tanpa memiliki etika dan moral yang bisa dikatakan sangat rendah sekali. Apakah generasi penerus bangsa ini sudah tidak punya rasa malu sedikit pun tanpa mampu mengontrol dirinya jika sedang berpacaran di keramaian orang banyak baik di pinggir jalan, taman rekreasi, atau di mana pun mereka berada.termasuk di tempat umum.
Mestinya masa remaja yang datang sekali dalam hidup ini, harus di pergunakan dengan sebaik-baiknya bukan untuk semaunya tanpa memperhitungkan dampak buruk bagi dirinya. Kadang mereka tak segan-segan memesan hotel untuk sesuatu yang tidak lazim dan sangat bertentangan dengan apa yang selama ini di ajarkan saat menuntut ilmu agama di sekolah, tapi kenyataanya hanya kosong belaka dan tidak bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.
Bebarapa waktu yang lalu Satuan Polisi Pamong Praja kota Jakarta sedang melakukan razia di hotel yang sering di gunakan pelaku perbuatan mesum seorang remaja, al-hasil ternyata ada sepasang kekasih yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas sedang kedapatan berada di dalam hotel dan langsung di gelandang keluar oleh aparat, tapi mereka belum melakukan perbuatan apa-apa. Melihat kenyataan seperti sebagai orang tua maupun orang lain pasti mengumpat maupun mengelus dada mengapa remaja kita bisa berbuat seperti itu tanpa memikirkan dampaknya bagi mereka, keluarga maupun sekolahanya.
Dampak dari pacaran yang kelewat batas sangat besar sekali antara lain adalah banyak terjadi kasus aborsi, hamil di luar nikah, dikeluarkan dari sekolah bila sudah berat kesalahanya, apalagi masa depanya pasti berantakan dan ujung-ujungnya adalah penyesalan belaka.
Sebenarnya ada banyak kegiatan positif yang bisa di lakukan para remaja di masa remaja ini yaitu dengan cara belajar sungguh-sungguh untuk meraih masa depan, mengembangkan kemampuanya atau kereatifitas lewat minat dan bakat, memotivasi diri dalam belajar dan hindari pacaran dulu, pentingkan masa depan.
Ada tiga factor utama agar tidak terjadi pacaran yang kelewat batas bagi remaja yaitu :
Pertama, Faktor Keluarga, orang tualah yang paling utama memberi bimbingan tentang Agama dan larangan-larangan agar tidak melakukan berbuatan pacaran. Kedua, Faktor Lingkungan, lingkungan disini bisa tetangga maupun teman terdekat yang harus memberi contoh yang baik dan tidak mempengaruhi untuk berbuat pacaran. Ketiga, Faktor Sekolahan, inilah factor yang melibatkan semua guru yang harus memberi pendidikan moral yang lebih fokus terhadap anak didik yang kedapatan sedang melakukan pacaran.
Sebaiknya ketiga factor tersebut harus saling sinergi. Agar segala apa yang kita harapkan dapat terwujud dengan baik dan tidak terjerumus sesuatu yang tidak kita inginkan bagi remaja kita nantinya.
Oleh :Pujiono Slamet
Gaya Pacaran Remaja Yang Kebablasan
Diposting oleh
Blognya Orang Blora
, Senin, 26 April 2010 at 08.14, in
Kisah Lelaki Tua
Diposting oleh
Blognya Orang Blora
, at 07.55, in
Lelaki tua memanik surya emas
Di kala pagi
Mengajarkan mantra-mantra pelipur lara
Demi bangsa ini...!
Seribu kata telah di torehkan
Dalam lembaran irama tawamu
Sejuta senyummu telah berpagut
Di lautan bergemuruh
Berkawan ilmu suci dan pengabdianmu
Engkaulah aura putih
Yang menerangi jiwa-jiwa sepi
Di ujung cahaya berkelopak bianglala
Berwajah gemilang
Engkaulah rembang petang
Yang melingkari cakrawala kasih
Pada anak-anak yang mengangankan
Cita - cita dan harapan
Cambuk kemandirianmu
Takjubkan maya pada
Setiap lentera-lentera jelagamu bertitahkan
Selusin oase pena pengukir
Prestasi
Tak akan renta penantianku bertuliskan
Sebait kegaguman bertinta emas
Pada sebongkah karang dilaut
Dan hamparan sajadah harmonisasi alam
Engkaulah guru kehidupan
Bertabuh dalam nurani
Bersama diktat dan petuahmu
Engkaulah episode kisah nyata
Menggapai titian mimpi
Menguraikan setiap abjad masa depan
*Untuk Guruku Tercinta
Oleh : Pujiono Slamet
Di kala pagi
Mengajarkan mantra-mantra pelipur lara
Demi bangsa ini...!
Seribu kata telah di torehkan
Dalam lembaran irama tawamu
Sejuta senyummu telah berpagut
Di lautan bergemuruh
Berkawan ilmu suci dan pengabdianmu
Engkaulah aura putih
Yang menerangi jiwa-jiwa sepi
Di ujung cahaya berkelopak bianglala
Berwajah gemilang
Engkaulah rembang petang
Yang melingkari cakrawala kasih
Pada anak-anak yang mengangankan
Cita - cita dan harapan
Cambuk kemandirianmu
Takjubkan maya pada
Setiap lentera-lentera jelagamu bertitahkan
Selusin oase pena pengukir
Prestasi
Tak akan renta penantianku bertuliskan
Sebait kegaguman bertinta emas
Pada sebongkah karang dilaut
Dan hamparan sajadah harmonisasi alam
Engkaulah guru kehidupan
Bertabuh dalam nurani
Bersama diktat dan petuahmu
Engkaulah episode kisah nyata
Menggapai titian mimpi
Menguraikan setiap abjad masa depan
*Untuk Guruku Tercinta
Oleh : Pujiono Slamet
TENTANG BATIN DAN RINDUKU
Diposting oleh
Blognya Orang Blora
, at 07.44, in
Melancarkan pada bongkahan batu berbukit
Terdiam di sebuah gua kedamaian
Seperti angin tak mau diam menerawang tegas
Melebur dan berbaur di ruang dekapku
Aroma duka mampu bunuh cinta yang berselaksa gaduh
Mengapa bidadari-bidadari tersungging malu mematahkan hatiku
Kumpulan penyair merasuki ruang inspirasinya yang kacau
Menumbangkan keserakahan kata untuk menjadi bualan nyata
Kehidupan
Angin dan mendung seraya menyayat tentang batin dan rindu
Yang tercabik di emperan hatiku
Cium tanganku yang lumpuh agar bersanding didekapmu
Dibalik penyamaran bintik kusam menghujani lensa mataku
Sepiku mengurung air mata karena bayanganmu terenggut
Kepecundanganku
Ku bergelagak resah di hulu hatimu yang kerut
Hampir kau menindihku dalm ucap rayuan pemikatmu
Suara adhzan menggelinding di rongga pendengaranku
Aku harus tetap akhiri menu hidup berlauk muak
Tak ada yang memuncak indah di beranda-beranda kenanganku
Kecuali sujud yang tersungkur membentuk sof pencarian
Jejak-Mu menuju Surga
Pekanbaru, 29 Desember 2009
Oleh : Pujiono Slamet
Terdiam di sebuah gua kedamaian
Seperti angin tak mau diam menerawang tegas
Melebur dan berbaur di ruang dekapku
Aroma duka mampu bunuh cinta yang berselaksa gaduh
Mengapa bidadari-bidadari tersungging malu mematahkan hatiku
Kumpulan penyair merasuki ruang inspirasinya yang kacau
Menumbangkan keserakahan kata untuk menjadi bualan nyata
Kehidupan
Angin dan mendung seraya menyayat tentang batin dan rindu
Yang tercabik di emperan hatiku
Cium tanganku yang lumpuh agar bersanding didekapmu
Dibalik penyamaran bintik kusam menghujani lensa mataku
Sepiku mengurung air mata karena bayanganmu terenggut
Kepecundanganku
Ku bergelagak resah di hulu hatimu yang kerut
Hampir kau menindihku dalm ucap rayuan pemikatmu
Suara adhzan menggelinding di rongga pendengaranku
Aku harus tetap akhiri menu hidup berlauk muak
Tak ada yang memuncak indah di beranda-beranda kenanganku
Kecuali sujud yang tersungkur membentuk sof pencarian
Jejak-Mu menuju Surga
Pekanbaru, 29 Desember 2009
Oleh : Pujiono Slamet
ARTI SEBUAH PERSAHABATAN
Diposting oleh
Blognya Orang Blora
, at 07.17, in
Siang yang memuncak terik matahari makin memanas merayapi wajahku yang bersimbah keringat yang mengucur deras. Disaat rambu lalu lintas berwarna merah. Aku berhenti, kulihat para pengamen sedang mengalunkan lagu berjudul sarjana muda yang dipopulerkan iwan Fals, sangat menyentuh sekali dan beberapa pedagang asongan sedang asyik menjajakan daganganya kepada pengendara sepeda motor, angkutan umum dan beberapa mobil angkutan barang lainnya. Setelah lampu menyala hijau, aku pun mulai lajukan kendaraanku menuju rumah sahabatku Rina Astuti. Ia adalah sahabat yang sama-sama berkuliah di Universitas terkemuka di kota kami dan jurusan kami manajemen akuntasi semester lima. Tiga bulan belakangan ini, aku naksir sama ajeng, ia temannya Rina yang sam-sama kuliah di tempatku, tapi ia dijurusan bahasa inggris semester empat. Sudah lama aku menaruh hati padanya meski penolakan-penolakan yang aku dapati, aku nggak akan pantang mundur.Ya… namanya juga usaha
Sesampainya di rumah Rina aku melihat dia sedang berada di teras rumahnya, aku pun mulai mendekatinya.
“ Rin, Gimana hasilnya? apa Ajeng masih kekeh ga mau sama aku juga, tolong dong rin! aku mencintainya,”suaraku merengek pada Rina..
“Sudahlah Firman, mungkin Ajeng bukan jodoh kamu, masih banyak kok Gadis yang suka kamu. Emang Ajeng satu-satunya di dunia ini, nggak kan!”.
“Rin, tapi aku cinta banget sama Ajeng. Dan aku nggak bisa lupakan dia begitu saja, . terlalu banyak kenangan yang pernah terukir dalam hidupku bersamnya. Mata yang sebening kristal, senyuman yang manis terpatri begitu indah, apalagi sosok gadis melayu yang aku dambakan selama ini, anggun, tutur sapanya menawan pokoknya dia gadis paling sempurna yang pernah ku kenal selama ini, Rin. Tolong kamu harus ngertiin aku, soalnya aku udah terlanjur jatuh cinta sama Ajeng. Tolong Bantu sekali lagi dan bujuk ia agar aku dapat cinta darinya..
“Aku kan udah bantu kamu Fir. Tapi Ajeng masih menutup cintanya. Dan kamu nggak pernah kapok-kapoknya disakiti perasaanmu atas penolakan-penolakanya, kamu terus saja dekati Ajeng. Dan berharap mendapatkan cintanya, yang di dapati sakit hati, kan”. Aku berkali-kali melihatmu seperti itu, tapi kamu nggak perrnah jera. Kamu kayak pemgemis cinta menadahkan tanganmu pada pintu-pintu cinta yang semu. Kamu tu laki-laki, masak cinta di tolak kok masih bertahan di ujung tombak tanpa kepastian .
Kemudian Rina mendekatiku, sambil memegang pundakku. Dan berkata,
”Kamu harus akhiri semua ini Fir! Lihat badan kamu, kurus kan?” mungkin kamu kebanyakan mikirin ajeng, yang nyata-nyatanya gak suka sama kamu. Kamu masih muda jangan buat dirimu menderita kayak gini. Apa masalah cinta masa depanmu hancur begitu saja kasihan kan orang tuamu yang telah capai-capai biaya kamu selama ini. Kulihat nilai mata kuliahmu sekarang memperhatinkan. Kamu kok segitunya sama gadis melayu itu. Kamu sebagai seorang laki-laki harus punya harga diri dong!. Fir, sekarang kamu lemah dan tak punya gairah hidup seperti dulu lagi..
Aku pun terdiam sejenak, saat Rina berkata seperti itu. Aku mulai agak sadar mungkin selama ini aku hanya berharap sesuatu yang tidak pasti dan cintaku bertepuk sebelah tangan. Mengapa aku pertahankan. Hanya membuang-buang waktuku saja, aku harus bangkit dari keterpurukan ini. Masih banyak yang lebih penting daripada cinta belaka. Tentang Ajeng aku harus melupakan untuk selama-lamanya. Dan juga mengubur dalam-dalam semua kenangan indah bersamanya. Meski terasa berat dan sulit tapi aku harus mencobanya.
“Fir, kamu diam kenapa sih…!”
“Ada yang dipikirkan ya?”
“Nggak kok Rin,”jawabku singkat.
“Sebenernya kamu kerumahku cari aku atau Ajeng sih?”
Em…cari kamu Rin,” soalnya kamu baik…. banget dan sudah mau dengerin curhatku selama ini. Kamu selalu ada buatku baik disaat senang maupun sedih
“Ah, gombal kamu, Fir”
“Bener kok Rin, aku nggak bohong”.
Kemudian aku dan Rina terdiam sejenak hampir kami terbawa oleh suasana yang begiu sejuk dan nyaman di bawah sebuah pohon beringin yang begitu rindang dan asri. Dari atas ranting pohon segerombolan burung pernjak menyanyi untuk kami, merdu nian menambah romantisnya tempat itu.
Diam-diam kupandangi wajah Rina yang begitu cantik, putih bersih dengan senyum manis dibibirnya. Dan sesering angin kerap menghempaskan rambutnya yang tergerai hitam dan indah,
Aku penasaran, apa Rina sudah punya kekasih atau belum ya? tanyaku dalam hati.
“Rin, ngomong-ngomong kekasihmu siapa sih?” Apa gadis secantik dan semanis kamu, belum punya kekasih,” tanyaku penasaran.
“Ada kok Fir? Nanti aku kaenalkan ya,”jawab Rina agak malu..
Kemudian Rina pun terdiam sambil menutupi wajahnya dengan kedua belah tanganya. Aku tak tahu apa yang sedang terjadi padanya.
Lalu aku mendekati Rina, sambil membuka tangan yang menutupi wajahnya.
“Rin, kalau ada masalah ngomong dong, sama aku. Apa aku salah tanya seperti itu?”
“Nggak kok Fir.”
Lantas kamu menangis ada apa?”
“Bener kok, nggak ada apa-apa!”
“Bener nih, kamu nggak ada apa-apa? kalau gitu aku mau ngomong, mungkin terakhir kalinya aku jumpa sama kamu. Soalnya aku akan ikut orang tuaku pindah tugas ke Kalimantan. Dan aku nggak akan sering ketemuan sama kamu, tiga hari lagi aku akan berangkat Rin”. Dan sekalian aku akan pindah kuliah disana.
“Fir , boleh aku ngomong jujur terkhir kali ini ke juga ke kamu?”Ngomong apa Rin?. Kelihatanya penting banget.”
“Fir, ku mohon kamu mau degerin curhatku ya!”
Baiklah Rin,”aku pun menuruti kata Rina.
“Sejak kamu memiliki perasaan ke Ajeng, Aku sudah memiliki perasaan cinta ke kamu, kamu itu orangnya baik, sopan, nggak sombong walaupun kamu anak orang yang berada, tapi menghargai aku. Dan mau sahabatan sama aku selama ini. Meskipun aku anak orang yang sederhana dengan segala kekurangan dan kesulitanya tapi kamu nggak pernah gengsi sama aku sedikit pun”. Kamu juga ngak pernah jijik berada di rumah kumuh seperti ini.Yang penuh bau busuk menyengat, sampah-sampah.dan beberpa pemulung yang lalu lalang mencari botol bekas dan kardus untuk di jual buat menyambung hidupnya.
“Maafin aku Fir, ini terpaksa aku lakukan karena aku mencintai kamu. Sebenarnya aku takut merusak persahabatan yang udah kita jalin sejak dulu. Apalagi kamu dua bulan nggak ke rumahku. Rasa rindu ini kian menyekik batinku, kegelisahan selalu menyelimuti setiap hariku, hanya bayangmu hadir setiap anganku. Aku tahu, kalau Ajeng cinta pertamamu, dan sampai kapan pun cinta pertama tak kan pernah terlupakan di hatimu. Fir, aku sayang kamu, maafkan aku .Aku tak bisa bohongi perasaanku selama ini. Terserahh kamu, Fir. Aku sudah nggak peduli, meski persahabatan kita berakhir sampai disni.”. “Kumohon ngertiin aku, Fir.”
“Rin, kamu ini sudah kuanggap adik sendiri. Yang sudah bantu aku saat aku sedang kesusahan selama ini. Dan kamu jangan buat aku makin bingung.”
“Fir, aku perlu jawabanmu sekarang. Aku terima apa yang kamu ucapkan walaupun itu menyakitkanku.”
Aku pun terdiam sejenak, hampir aku tak percaya dengan semua ini. Ternyata Rina diam-diam mencintaiku. Aku nggak mau sakiti perasaanya. Disisi lain aku belum siap mencintainya sepenuh hati.
Rina pun menangis di hadapanku. Sebenarnya aku nggak tega melihat Rina menangis seperti itu. Kemudian kuhapus air mata yang menetes dipipinya dengan sapu tanganku.
“Sudahlah, Rin ?” jangan menangis.”
“Baiklah kalau begitu aku akan menjawabnya. Tapi kamu jangan marah Ya?”
“Sebelumnya aku minta maaf. A…ku Nggak bisa mencintai kamu, Rin. Kita sahabatan saja. Mungkin sahabatan jalan terbaik buat kita. Cinta akan membuat kita terluka dan akhirnya kecewa. Terkadang kebencian mengalahkan indahnya cinta. Aku nggak mau persahabatan kita hancur berantakan karena cinta. Cinta sejati tak akan pernah ada karena cinta sejati kita hanya kepada Tuhan..
“Aku tahu kalau kamu kecewa sama jawabanku ini.”
“Nggak kok Fir,”sambil menghapus air mata yang berderai di pipinya. “Aku akan terima jawaban yang kamu ucapkan, Fir. Aku sadar cinta tak selamanya harus memiliki. Mungkin cintamu belum berpihak kepadaku dan aku belum ada kesempatan untuk mencintaimu..Sekali lagi aku minta maaf, sudah lancang mengatakan semua perasaanku ini.”
“Udalah Rin, lupakan saja. Aku nggak marah kok.”lalu aku memberanikan diri menghapus air matanya lagi, Aku merasa terharu dan tak dapat menahan rasa tangis ini. Aku telah mengecewakan Rina. Tapi inilah yang terbaik buat aku dan Rina. Walau akhirnya aku hanya memilih persahabatan saja.
Oleh :Pujiono Slamet
Sesampainya di rumah Rina aku melihat dia sedang berada di teras rumahnya, aku pun mulai mendekatinya.
“ Rin, Gimana hasilnya? apa Ajeng masih kekeh ga mau sama aku juga, tolong dong rin! aku mencintainya,”suaraku merengek pada Rina..
“Sudahlah Firman, mungkin Ajeng bukan jodoh kamu, masih banyak kok Gadis yang suka kamu. Emang Ajeng satu-satunya di dunia ini, nggak kan!”.
“Rin, tapi aku cinta banget sama Ajeng. Dan aku nggak bisa lupakan dia begitu saja, . terlalu banyak kenangan yang pernah terukir dalam hidupku bersamnya. Mata yang sebening kristal, senyuman yang manis terpatri begitu indah, apalagi sosok gadis melayu yang aku dambakan selama ini, anggun, tutur sapanya menawan pokoknya dia gadis paling sempurna yang pernah ku kenal selama ini, Rin. Tolong kamu harus ngertiin aku, soalnya aku udah terlanjur jatuh cinta sama Ajeng. Tolong Bantu sekali lagi dan bujuk ia agar aku dapat cinta darinya..
“Aku kan udah bantu kamu Fir. Tapi Ajeng masih menutup cintanya. Dan kamu nggak pernah kapok-kapoknya disakiti perasaanmu atas penolakan-penolakanya, kamu terus saja dekati Ajeng. Dan berharap mendapatkan cintanya, yang di dapati sakit hati, kan”. Aku berkali-kali melihatmu seperti itu, tapi kamu nggak perrnah jera. Kamu kayak pemgemis cinta menadahkan tanganmu pada pintu-pintu cinta yang semu. Kamu tu laki-laki, masak cinta di tolak kok masih bertahan di ujung tombak tanpa kepastian .
Kemudian Rina mendekatiku, sambil memegang pundakku. Dan berkata,
”Kamu harus akhiri semua ini Fir! Lihat badan kamu, kurus kan?” mungkin kamu kebanyakan mikirin ajeng, yang nyata-nyatanya gak suka sama kamu. Kamu masih muda jangan buat dirimu menderita kayak gini. Apa masalah cinta masa depanmu hancur begitu saja kasihan kan orang tuamu yang telah capai-capai biaya kamu selama ini. Kulihat nilai mata kuliahmu sekarang memperhatinkan. Kamu kok segitunya sama gadis melayu itu. Kamu sebagai seorang laki-laki harus punya harga diri dong!. Fir, sekarang kamu lemah dan tak punya gairah hidup seperti dulu lagi..
Aku pun terdiam sejenak, saat Rina berkata seperti itu. Aku mulai agak sadar mungkin selama ini aku hanya berharap sesuatu yang tidak pasti dan cintaku bertepuk sebelah tangan. Mengapa aku pertahankan. Hanya membuang-buang waktuku saja, aku harus bangkit dari keterpurukan ini. Masih banyak yang lebih penting daripada cinta belaka. Tentang Ajeng aku harus melupakan untuk selama-lamanya. Dan juga mengubur dalam-dalam semua kenangan indah bersamanya. Meski terasa berat dan sulit tapi aku harus mencobanya.
“Fir, kamu diam kenapa sih…!”
“Ada yang dipikirkan ya?”
“Nggak kok Rin,”jawabku singkat.
“Sebenernya kamu kerumahku cari aku atau Ajeng sih?”
Em…cari kamu Rin,” soalnya kamu baik…. banget dan sudah mau dengerin curhatku selama ini. Kamu selalu ada buatku baik disaat senang maupun sedih
“Ah, gombal kamu, Fir”
“Bener kok Rin, aku nggak bohong”.
Kemudian aku dan Rina terdiam sejenak hampir kami terbawa oleh suasana yang begiu sejuk dan nyaman di bawah sebuah pohon beringin yang begitu rindang dan asri. Dari atas ranting pohon segerombolan burung pernjak menyanyi untuk kami, merdu nian menambah romantisnya tempat itu.
Diam-diam kupandangi wajah Rina yang begitu cantik, putih bersih dengan senyum manis dibibirnya. Dan sesering angin kerap menghempaskan rambutnya yang tergerai hitam dan indah,
Aku penasaran, apa Rina sudah punya kekasih atau belum ya? tanyaku dalam hati.
“Rin, ngomong-ngomong kekasihmu siapa sih?” Apa gadis secantik dan semanis kamu, belum punya kekasih,” tanyaku penasaran.
“Ada kok Fir? Nanti aku kaenalkan ya,”jawab Rina agak malu..
Kemudian Rina pun terdiam sambil menutupi wajahnya dengan kedua belah tanganya. Aku tak tahu apa yang sedang terjadi padanya.
Lalu aku mendekati Rina, sambil membuka tangan yang menutupi wajahnya.
“Rin, kalau ada masalah ngomong dong, sama aku. Apa aku salah tanya seperti itu?”
“Nggak kok Fir.”
Lantas kamu menangis ada apa?”
“Bener kok, nggak ada apa-apa!”
“Bener nih, kamu nggak ada apa-apa? kalau gitu aku mau ngomong, mungkin terakhir kalinya aku jumpa sama kamu. Soalnya aku akan ikut orang tuaku pindah tugas ke Kalimantan. Dan aku nggak akan sering ketemuan sama kamu, tiga hari lagi aku akan berangkat Rin”. Dan sekalian aku akan pindah kuliah disana.
“Fir , boleh aku ngomong jujur terkhir kali ini ke juga ke kamu?”Ngomong apa Rin?. Kelihatanya penting banget.”
“Fir, ku mohon kamu mau degerin curhatku ya!”
Baiklah Rin,”aku pun menuruti kata Rina.
“Sejak kamu memiliki perasaan ke Ajeng, Aku sudah memiliki perasaan cinta ke kamu, kamu itu orangnya baik, sopan, nggak sombong walaupun kamu anak orang yang berada, tapi menghargai aku. Dan mau sahabatan sama aku selama ini. Meskipun aku anak orang yang sederhana dengan segala kekurangan dan kesulitanya tapi kamu nggak pernah gengsi sama aku sedikit pun”. Kamu juga ngak pernah jijik berada di rumah kumuh seperti ini.Yang penuh bau busuk menyengat, sampah-sampah.dan beberpa pemulung yang lalu lalang mencari botol bekas dan kardus untuk di jual buat menyambung hidupnya.
“Maafin aku Fir, ini terpaksa aku lakukan karena aku mencintai kamu. Sebenarnya aku takut merusak persahabatan yang udah kita jalin sejak dulu. Apalagi kamu dua bulan nggak ke rumahku. Rasa rindu ini kian menyekik batinku, kegelisahan selalu menyelimuti setiap hariku, hanya bayangmu hadir setiap anganku. Aku tahu, kalau Ajeng cinta pertamamu, dan sampai kapan pun cinta pertama tak kan pernah terlupakan di hatimu. Fir, aku sayang kamu, maafkan aku .Aku tak bisa bohongi perasaanku selama ini. Terserahh kamu, Fir. Aku sudah nggak peduli, meski persahabatan kita berakhir sampai disni.”. “Kumohon ngertiin aku, Fir.”
“Rin, kamu ini sudah kuanggap adik sendiri. Yang sudah bantu aku saat aku sedang kesusahan selama ini. Dan kamu jangan buat aku makin bingung.”
“Fir, aku perlu jawabanmu sekarang. Aku terima apa yang kamu ucapkan walaupun itu menyakitkanku.”
Aku pun terdiam sejenak, hampir aku tak percaya dengan semua ini. Ternyata Rina diam-diam mencintaiku. Aku nggak mau sakiti perasaanya. Disisi lain aku belum siap mencintainya sepenuh hati.
Rina pun menangis di hadapanku. Sebenarnya aku nggak tega melihat Rina menangis seperti itu. Kemudian kuhapus air mata yang menetes dipipinya dengan sapu tanganku.
“Sudahlah, Rin ?” jangan menangis.”
“Baiklah kalau begitu aku akan menjawabnya. Tapi kamu jangan marah Ya?”
“Sebelumnya aku minta maaf. A…ku Nggak bisa mencintai kamu, Rin. Kita sahabatan saja. Mungkin sahabatan jalan terbaik buat kita. Cinta akan membuat kita terluka dan akhirnya kecewa. Terkadang kebencian mengalahkan indahnya cinta. Aku nggak mau persahabatan kita hancur berantakan karena cinta. Cinta sejati tak akan pernah ada karena cinta sejati kita hanya kepada Tuhan..
“Aku tahu kalau kamu kecewa sama jawabanku ini.”
“Nggak kok Fir,”sambil menghapus air mata yang berderai di pipinya. “Aku akan terima jawaban yang kamu ucapkan, Fir. Aku sadar cinta tak selamanya harus memiliki. Mungkin cintamu belum berpihak kepadaku dan aku belum ada kesempatan untuk mencintaimu..Sekali lagi aku minta maaf, sudah lancang mengatakan semua perasaanku ini.”
“Udalah Rin, lupakan saja. Aku nggak marah kok.”lalu aku memberanikan diri menghapus air matanya lagi, Aku merasa terharu dan tak dapat menahan rasa tangis ini. Aku telah mengecewakan Rina. Tapi inilah yang terbaik buat aku dan Rina. Walau akhirnya aku hanya memilih persahabatan saja.
Oleh :Pujiono Slamet
Cegah Bahaya Facebook di Kalangan Remaja
Diposting oleh
Blognya Orang Blora
, at 07.10, in
Teknologi semakin canggih dan banyak kemudahan-kemudahan yang kita proleh sehingga mempercepat apa yang kita perlukan untuk mecari informasi maupun hanya sekedar ingin tahu saja. Kita ketahui bahwa banyak situs-situs jejaringan sosial yang semakin pupuler dan menjamur saat ini, salah satunya adalah dunia pertemanan Facebook.
Facebook juga dapat mengaplikasi dengan cara mengirim vedio, foto, bermain games, diskusi masalah agama, politik, sosial mauapun sastra.dan msih banyak lagi kemudahannya yang membuat hidup kita semakin asyik dan juga mengurangi stress akibat rutinitas yang selalu menjemukan setiap harinya di rumah, maupun di tempat kerja.
Namun dibalik teknolgi pertemanan facebook ini, ternyata ada beberapa orang-orang tertentu yang tidak bertanggung jawab melakukan perbuatan yang negatif. Dengan facebook ini orang bisa melakukan transaksi narkoba, portitusi, pencemaran nama baik, memasang foto yang tidak sopan dan pencabulan yang di lakukan seorang pria kepada gadis dibawah umur akhir-akhir ini.
Ada juga para remaja yang masih duduk di bangku sekolah terkadang membolos saat sedang aktifitas belajar-mengajar di sekolahan, malahan mereka membolos dan sedang berada di warnet ber-facebook ria dengan teman di facebook-nya. Kalau ini dibiarkan secara berlarut-larut akan membuat generasi kita terjebak sesuatu yang tidak berguna dan berkhir dengan masa depan yang sia-sia saja.
Ada enam cara mencegah bahaya dari facebook agar kita dan remaja tidak jadi korbanya antara lain adalah : Petama,.Jangan gunakan indentitas asli saat mendaftar maupun sedang ber-facebook-an. Kedua, Pikir dua kali untuk terlalu serius kepada orang yang belum kita kenal. Ketiga, Jika ingin ketemuan jangan di tempat sepi dan harus ada yang menemani. Empat. Gunakan facebook yang labih berguna dan bermanfaat saja. Lima Hindari Facebook-an yang mengarah dari perbuatan negatif. Enam, Orang tua harus megawasi anaknya setiap saat kalau perlu di perketat pengawasanya.
Semoga dengan beberapa cara ini kita sebagai orang tua dapat mengantisipasi sedini mungkin agar kaum remaja yang menjadi tumpuan bangsa ini agar tidak terjebak sesuatu yang tidak kita inginkan.
*Pernah dimuat di surat Pembaca koran Harian Riau pos,Senin 16 Januari 2010
Oleh : Pujiono Slamet
Facebook juga dapat mengaplikasi dengan cara mengirim vedio, foto, bermain games, diskusi masalah agama, politik, sosial mauapun sastra.dan msih banyak lagi kemudahannya yang membuat hidup kita semakin asyik dan juga mengurangi stress akibat rutinitas yang selalu menjemukan setiap harinya di rumah, maupun di tempat kerja.
Namun dibalik teknolgi pertemanan facebook ini, ternyata ada beberapa orang-orang tertentu yang tidak bertanggung jawab melakukan perbuatan yang negatif. Dengan facebook ini orang bisa melakukan transaksi narkoba, portitusi, pencemaran nama baik, memasang foto yang tidak sopan dan pencabulan yang di lakukan seorang pria kepada gadis dibawah umur akhir-akhir ini.
Ada juga para remaja yang masih duduk di bangku sekolah terkadang membolos saat sedang aktifitas belajar-mengajar di sekolahan, malahan mereka membolos dan sedang berada di warnet ber-facebook ria dengan teman di facebook-nya. Kalau ini dibiarkan secara berlarut-larut akan membuat generasi kita terjebak sesuatu yang tidak berguna dan berkhir dengan masa depan yang sia-sia saja.
Ada enam cara mencegah bahaya dari facebook agar kita dan remaja tidak jadi korbanya antara lain adalah : Petama,.Jangan gunakan indentitas asli saat mendaftar maupun sedang ber-facebook-an. Kedua, Pikir dua kali untuk terlalu serius kepada orang yang belum kita kenal. Ketiga, Jika ingin ketemuan jangan di tempat sepi dan harus ada yang menemani. Empat. Gunakan facebook yang labih berguna dan bermanfaat saja. Lima Hindari Facebook-an yang mengarah dari perbuatan negatif. Enam, Orang tua harus megawasi anaknya setiap saat kalau perlu di perketat pengawasanya.
Semoga dengan beberapa cara ini kita sebagai orang tua dapat mengantisipasi sedini mungkin agar kaum remaja yang menjadi tumpuan bangsa ini agar tidak terjebak sesuatu yang tidak kita inginkan.
*Pernah dimuat di surat Pembaca koran Harian Riau pos,Senin 16 Januari 2010
Oleh : Pujiono Slamet
LEPAS
Diposting oleh
Blognya Orang Blora
, at 06.58, in
Jejakku terseret di semak waktu
Pada gelaran langit yang basah
Dan melusuh
Menyatroni muara kalut yang menjelma
Dalam titis bening matamu
Sempat kueja sunyi yang sempurna
Dibalik rembulan berkabut
Megusir sayatan sembiluh yang menusuk
Lapak-lapak hatiku
Aku terengah-engah membawa
Terbang cahayamu menuju nirwana
Dalam Sepotong harapan
Yang terukir di nafasku
Kepingan Segara kelam itu,
Meyimpan luka
Menggigili kawah-kawah ingatanku
Tentang kidung cintamu
Yang memporakpandakan setangkup rasa
Pada pembatas nuraniku
Saatnya lepas...
Mengusung lembaran hari
Dan menggugat ribuan kata
Dibatang-batang diary
Nestapaku...
Pekanbaru, 21 April 2010
Oleh : Pujiono Slamet
Pada gelaran langit yang basah
Dan melusuh
Menyatroni muara kalut yang menjelma
Dalam titis bening matamu
Sempat kueja sunyi yang sempurna
Dibalik rembulan berkabut
Megusir sayatan sembiluh yang menusuk
Lapak-lapak hatiku
Aku terengah-engah membawa
Terbang cahayamu menuju nirwana
Dalam Sepotong harapan
Yang terukir di nafasku
Kepingan Segara kelam itu,
Meyimpan luka
Menggigili kawah-kawah ingatanku
Tentang kidung cintamu
Yang memporakpandakan setangkup rasa
Pada pembatas nuraniku
Saatnya lepas...
Mengusung lembaran hari
Dan menggugat ribuan kata
Dibatang-batang diary
Nestapaku...
Pekanbaru, 21 April 2010
Oleh : Pujiono Slamet
PINTU TAHAJUD
Diposting oleh
Blognya Orang Blora
, at 06.50, in
Ketika merambahi
Wajah malam yang sunyi
Berderailah sebidang rasa pedih
Yang terbang
Menjemput mimpi di istana
Keabadian-Nya
Kubuka gerbang hati
Betapa leluasa aku bersilaturahim
Dan bersimpuh di hadapan-Nya
Kumenengadah pasrah ke langit jumantara
Meleburkan jiwaku dalam balutan air mata
Kusajikan sekeranjang doa
Bersama syair-syair romansa
Yang suci...
Dan Kulantunkan larik-larik kebenaran
Sang Illahi Robbi...
Di pelataran sajadah biruku
Dalam nyeri kubertandang
Di pintu tahajud-Nya
Menuruni nisan di bawah telapak kaki-Nya
Agar kelak tak terdampar di bumi
Yang di penuhi semak-semak dosa
Dan kembali ke terminal akhir
Kehidupan ini…!
Menaungi kampung akhirat
BerQalbun Salim di dadaku
Oleh : Pujiono Slamet
Wajah malam yang sunyi
Berderailah sebidang rasa pedih
Yang terbang
Menjemput mimpi di istana
Keabadian-Nya
Kubuka gerbang hati
Betapa leluasa aku bersilaturahim
Dan bersimpuh di hadapan-Nya
Kumenengadah pasrah ke langit jumantara
Meleburkan jiwaku dalam balutan air mata
Kusajikan sekeranjang doa
Bersama syair-syair romansa
Yang suci...
Dan Kulantunkan larik-larik kebenaran
Sang Illahi Robbi...
Di pelataran sajadah biruku
Dalam nyeri kubertandang
Di pintu tahajud-Nya
Menuruni nisan di bawah telapak kaki-Nya
Agar kelak tak terdampar di bumi
Yang di penuhi semak-semak dosa
Dan kembali ke terminal akhir
Kehidupan ini…!
Menaungi kampung akhirat
BerQalbun Salim di dadaku
Oleh : Pujiono Slamet
Langganan:
Postingan (Atom)



