Dunia remaja adalah di mana para remaja masih mencari-cari jati dirinya, sehingga emosinya masih labil dan belum dapat meredam segala gejolak jiwanya jika sedang meletup-letup tak terkendali. Dan sangat berpengaruh sekali masih dengan meniru budaya-buadaya dari asing yang mereka anggap baik tanpa me-filter-nya dulu. Di lihat dari pikiranya pun mereka belum dapat berpikir secara lebih dewasa dan masih menggunakan perasaan tanpa memperhitungkan logika maupun akalnnya.
Kita lihat bahwasannya kehidupan remaja saat ini sangat memperhatinkan sekali keadaanya. Gaya pacaranya pun bisa di katakan sudah kelewat batas tanpa memiliki etika dan moral yang bisa dikatakan sangat rendah sekali. Apakah generasi penerus bangsa ini sudah tidak punya rasa malu sedikit pun tanpa mampu mengontrol dirinya jika sedang berpacaran di keramaian orang banyak baik di pinggir jalan, taman rekreasi, atau di mana pun mereka berada.termasuk di tempat umum.
Mestinya masa remaja yang datang sekali dalam hidup ini, harus di pergunakan dengan sebaik-baiknya bukan untuk semaunya tanpa memperhitungkan dampak buruk bagi dirinya. Kadang mereka tak segan-segan memesan hotel untuk sesuatu yang tidak lazim dan sangat bertentangan dengan apa yang selama ini di ajarkan saat menuntut ilmu agama di sekolah, tapi kenyataanya hanya kosong belaka dan tidak bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.
Bebarapa waktu yang lalu Satuan Polisi Pamong Praja kota Jakarta sedang melakukan razia di hotel yang sering di gunakan pelaku perbuatan mesum seorang remaja, al-hasil ternyata ada sepasang kekasih yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas sedang kedapatan berada di dalam hotel dan langsung di gelandang keluar oleh aparat, tapi mereka belum melakukan perbuatan apa-apa. Melihat kenyataan seperti sebagai orang tua maupun orang lain pasti mengumpat maupun mengelus dada mengapa remaja kita bisa berbuat seperti itu tanpa memikirkan dampaknya bagi mereka, keluarga maupun sekolahanya.
Dampak dari pacaran yang kelewat batas sangat besar sekali antara lain adalah banyak terjadi kasus aborsi, hamil di luar nikah, dikeluarkan dari sekolah bila sudah berat kesalahanya, apalagi masa depanya pasti berantakan dan ujung-ujungnya adalah penyesalan belaka.
Sebenarnya ada banyak kegiatan positif yang bisa di lakukan para remaja di masa remaja ini yaitu dengan cara belajar sungguh-sungguh untuk meraih masa depan, mengembangkan kemampuanya atau kereatifitas lewat minat dan bakat, memotivasi diri dalam belajar dan hindari pacaran dulu, pentingkan masa depan.
Ada tiga factor utama agar tidak terjadi pacaran yang kelewat batas bagi remaja yaitu :
Pertama, Faktor Keluarga, orang tualah yang paling utama memberi bimbingan tentang Agama dan larangan-larangan agar tidak melakukan berbuatan pacaran. Kedua, Faktor Lingkungan, lingkungan disini bisa tetangga maupun teman terdekat yang harus memberi contoh yang baik dan tidak mempengaruhi untuk berbuat pacaran. Ketiga, Faktor Sekolahan, inilah factor yang melibatkan semua guru yang harus memberi pendidikan moral yang lebih fokus terhadap anak didik yang kedapatan sedang melakukan pacaran.
Sebaiknya ketiga factor tersebut harus saling sinergi. Agar segala apa yang kita harapkan dapat terwujud dengan baik dan tidak terjerumus sesuatu yang tidak kita inginkan bagi remaja kita nantinya.
Oleh :Pujiono Slamet
Gaya Pacaran Remaja Yang Kebablasan
Diposting oleh
Blognya Orang Blora
, Senin, 26 April 2010 at 08.14, in
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar