WEB BLOG
this site the web

Resensi Buku

Data Buku

Judul Buku ;1000 wajah Pram Dalam Kata dan Sketsa
Penulis ;68 orang[Ide Buku dan Judul Oleh Soesila Toer]
Peyunting ;Astuti Ananta Toer
Penarbit ;Lentera Dipantara
Cetakan ;Januari 2009[Cetakan Partama]
Tebal ;XVI+504 halaman
Harga ;Rp 80.000,-


Mengenang Jejak Langkah Sang Maestro dalam Dunia Kasustraan

Bilamana ingin memahami lebih dalam benang merah perjuangan kemerdekaan Indonesia.Tetrologi Pulau Buru karya Pram merupakan refererensi yang tepat.

Alhandulillah,puji syukur kepada Allah S.W.T,itulah kalimat pertama yang saya ucapkan ketika tamat membaca Buku,"1000 wajah Pram Dalam Kata dan Sketsa," Awalnya saya belum mengenal dan tahu siapa pramoedya Ananta Toer itu.Hanya sekilas mendengar namanya saja.
Waktu itu saya main kerumah teman,ia menyarankan saya supaya ikut berpartisipasi dalam acara peringatan 1000 hari meninggalnya Pram, yang bertajuk 1000 wajah pram dalam kata dan sketsa.Kemudian saya di ajak ketempat rumah pram di jln.sumbawa 40 jetis Blora.Disana saya bertemu seorang lelaki tua berumur 70-an tahun. Rambutnya memutih dimakan usia, berjambang agak lebat, memakai sarung warna cokelat bermotif kotak-kotak dan juga memakai baju kemeja putih bergaris.Beliau tak lain adalah adik Pram yang bernama Soesilo Toer. Beliau juga yang membuat acara itu.Setelah berkenalan dan ngobrol sana-sini,beliau menyuruh saya untuk menulis kesan-kesan atau apa saja tentang sosok Pram.Rencananya tulisan para peserta berupa puisi,esai dan cerpen akan dicetak penerbit Lentera Dipantara dan segera akan dijadikan sebuah buku,tapi saya memutuskan tidak mengikuti acara itu, dikarenakan belum mengetahui tentang Tokoh Pram dan juga belum dapat bahan-bahan materi untuk membuat tulisan saya.Sampai hampir Tiga bulan. saya mencari-cari buku itu diperpustakaan Kabupaten Blora, tetapi kata petugas perpustakaan ,buku itu belum ada dan masih dalam tahap penggodokan.Kemudian saya baru ingat, mungkin jalan satu-satunya cari keperpustakaan PATABA [ Pramoedya Ananta Toer Anak Blora ]saja, pikir saya?. Ternyata buku itu ada dan kemudian saya meminjamnya, kemudian Pak Soesila Toer mwnyuruh saya untuk meresensi buku tersebut.Dengan saran-saran beliau, serta contoh-contoh resensi dari koran dan beberapa bahan-bahan materi.Dengan senang hati saya segera mencoba meresensi semampunya dan akhirnya terlahirlah tulisan ini


Pramodya Ananta Toer merupakan sastrawan besar kelahiran, Blora 6 Februari 1925 di dataran rendah di pegunungan kendeng utara atau tepatnya desa jetis kecamatan Blora kota Jawa Tengah anak tertua dari M. Toer,kepala sekolah Institute Boedi Oetomo.
Pram adalah jejak nyata anak pribumi yang berproses dalam dunia kasusastraan dengan rentan waktu yang cukup lama hingga ajal menjemputnya di Jakarta 30 April 2006 silam.Kiprah dan sepak terjangnya dalam kreatifitas sastra memunculkan polemik,persepsi,bahkan pro kontra dalam masyarakat. Sikap politik yang diambilnya pun tidak main- main,menggunakan jalan yang rumit, tajam dan sangat berani.Namun gerakan itu tetap harus jalan dan ternyata berhaasil.Dengan persatuan gerakan rakyat anti Kooptasi dan Kooperasi dengan semua begundal-begundal imperalis[lihat karya –karyanya megenai sejarah kebangkitan nasional;Bumi Manusia,Anak Semua Bangsa,Jejak Langkah dan Rumah Kaca].Justru peggemarnya hanya menjadikan ia kultus yang memuji keindahan karyanya.Tapi tidak pernah satupun menilai dan belajar tentang idiologi yang dia yakini,politik yang ia perjuangkan dan keberanian yang dia bangun dalam pembebasan Nasional.
Pram bukan saja seorang sastrawan besar tapi juga sebagai seorang ilmuan yang mahir mengemas pegetahuan,terutama kehidupan sosial,ekonomi,politik dan budaya, dalam novel,artikel,dan cerita pendek.Ia menceritakan dengan alunan kata yang begitu indah dan kua.Pram itu seoranng penulis yang sangat jujur,berani mengungkapkan dan sangat luar biasa dalam merangkai kata.Pram pengarang hebat yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Karena karyanya sudah diterjemahkan dalan 42 bahasa berarti Pram sastrawan yang paling dikenal dunia. Beliau juaga tokoh demokrasi sejati dan penegakan hak azasi manusia.
Kekuatan utama Pram terletak pada kemampuannya untuk mengemas data –data sejarah dan pesan politiknya yang tajam. Sumua data dapat disimpan dalam ingatan
dan saat naskah novelnya hilang ia mampu menulis ulang dan mampu menceritakan
secara lisan novelnya kepada orang lain. Sastra baginya adalah alat ,sarana menyampaikan secara panjang lebar,mendetail dan tajam.Dengan sastranya itulah pram bisa menjadi manusia bebas menyampaikan gagasanya. Sekalipun disana sini harus memakai sosok lain sesuai setting dan karakter yang ia minati.Karyan-karya pram banyak menjadi sumber inspirasi banyak orang, baik di Indonesia dan dunia. Kata Pram: menulis adalah tugas pribadi dan tugas nasional.Maka dari itu ia munulis terus tanpa memiliki pamprih apapun di hatinya.Buku bukunya banyak bertemakan berjuang untuk kemanusiaan untuk rakyat Indonesia dan sunbangan Indonesia untuk dunia.Sehingga kita dapat megerti sejarah negri ini. Buku –bukunya juga sebagai guru kemandirian dan guru kebebasan.
Pram sangat konsisten dengan segala akibat yang ditanggung atas karya-karyanya.Dalam bukunya "Nyanyi Sunyi Seorang Bisu".Pram berucap bahwa Negara tidak akan pernah memberi rasa aman,kebebasanya dirampas,itu sudah menjadi watak bangsa kita,selalu mengeroyok yang lemah ,cara Pram bertutur alam Tetrologi pulau buru amat indah dan menggugah semangat untuk melawan beragam penindasan.Mungkin semangat perlawananan itu yang menjadikan alasan kejaksaan agung dimasa Orde Baru melarang peredaran Tetro Pulau Buru [Bumi Manusia,Anak Semua Bangsa,Jejak Langkah,Rumah Kaca].Pram tidak menyukai bentuk kekerasan,karena ia tidak dapat membawa kita dalam kedamaian,kekerasan hanya membawa kita dalam kehancuran. Kini beberapa penghargaan baik dalam maupun luar negri telah diprolehnya meski terkadang ada kontroversi terhadap penghargaan itu.Pram selain seorang Maestro
Dunia dan satrawan besar tapi ia juga saorang manusia yang memiliki kekurangan.Ia adalah seorang yang sangat pelit dan pendendam,yang tidak bisa melupakan perlakuan ayahnya yang menyakitkan,yakni menganggap ia dungu dan diharuskan mengulang sekolah.Meskipun begitu,ia memiliki kepribadian yang kuat,mampu menerima penindasan yang terjadi ketika ia masih hidup.Ia juga seorang manusia yang memiliki daya juang yang dan sangat percaya diri akan kukuatan dirinya disaat ia bergelut dengan maut.
Ada sedikit komentar dari adik Pram [Soesila Toer] hanya komentar khas keluarga,tapi bukan komentar tentang idiologi.Jadi wajar saja bila bersifat intimasi.Menceritakan sosok Pram dalam kesehariannya karena Ia sendiri senang benar berkisah tentang dirinya alias narsis? mungkin.Tapi pernah ia bilang,untuk mengenal sejarah dan seluruh ideologinya,kenali baik-baik dirimu dan sejarah hidupmu sendiri.maka ia mengkliping apapun yang menyangkut dirinya sendiri.foto-foto yang muncul di media massa,baik internasional,nasional,maupun majalah kampus diklipingnya.Bahkan undangan mantenan saja dia kiping.Apa dia mengkultuskan dirinya sendiri?Wallahu’ alam.
Tapi mereka mengkaji ideologi dalam karya-karyanya juga sudah banyak. Esai Ignes Kleden tentang Tetrogi Pulau Buru cukup memukaiu. A Theuw yang semasa aktif di LEKRA[Lembaga Kebudayaan Rakyat] dipersonagratakan oleh Pram, membut buku sendiri tentang sepak terjang Pram. Buku ‘’Lekra Tak Membakar Buku ,‘’sudah mengulas sedikit ideologi politik Pram. Dan masih banyak lagi Dan setelah itu,Pram tetaplah sosok manusia biasa yang sama seperti kita, memiliki kelebihan dan kealpaan. Sehari setelah penguburanya,saat cacing-cacing tanah mulai merayapi jasadnya,perdebatan perdebatan itu merayahi halaman media-media Indonesia.PRD[Partai Rakyat Demokratik]dengan heroik menyanyikan internasionalisme,sementara orang-orang kampung di sekitaran utan kayu Jakarta -Timur khusuk membacakan Yasin dan beberapa anak punk hanya tersandar-sandar lelah di sudut-sudut rumah nggak ngapa-ngapain, walau sudah 3 hari 3 malam menunggui Pram berhadapan dengan maut.Ada beberapa pendapat kemana cita-citanya? Cita-cita Pram yang tertinggi adalah:Polemik. Dan akhirnya Pram dimakamkan TPU Karet Bivak pukul 15.00 minggu 30\4\2006.
Setelah Pram pergi meningglkan dunia fana ini. Beliau mewariskan 60 judul buku bacaan bermutu yang membuat manusia dan Bumi Indonesia dibicarakan banyak Negara dan kita dapat kesempatan memahami hidup dan karyanya secara lebih jernih.
Kini pram sudah bukan milik keluarga lagi, miliknya pun tidak Ia punya masyarakat pendukungnya, pemujanya dan pengagum dan secara diam-diam yang berseberangan jalan denganya juga merasa ikut memilikinya.Ia juga berikan semuanya ;masa muda, tenaga, perasaan, kesehatan, bahkan umur untuk bangsa ini,bahkan dunia ini
Buku setebal XVI+504 halaman ini, memuat banyak pemikiran dan beraneka pengalaman Pram yang sebelumnya tidak pernah terungkap ke permukaan. Keseluruhanya diungkap secara nyata bukan rekayasa dan ditata rapi dalam sebuah tulisan yang mudah dimengerti Didalam buku ini terdapat puisi-puisi dari jumlah penyair, esai-esai dari jumlah penulis dan artis seperti Happy Salma, komentar-komentar dari teman, adik-adik Pram, para pengagumnya, serta kisah dan pengalaman dari anak juga cucu Pram mengenai Pram itu sendiri. Para penulis berjumlah 68 orang dari beberapa kalangan,yakni artis,wartawan,penyair,guru,peminat seni, pustakawan,tukang langlang,pelajar dan para penggemar dari dalam maupun Luar Negri .
Tulisan mereka membahas tentang sosok/figure Pram, Buku dan karyanya, kepribadian, keseharian Pram bahkan keburukanya sekali pun.Dan tulisan mereka memiliki nilai sejarah, ajaran moral, agama, politik, motivasi dan sosial.Cover sampul Buku depan terdapat dua gambar fato Pram disaat muda dan tua,memiliki arti yang sangat mendalam bila dilihat secara seksama Kita dapat bercermin dan megintropeksi diri, apa saja yang telah kita perbuat dan persembahkan untuk bangsa ini,baik dilingkungan keluarga kita maupun dimasyarakat,baik dimasa muda atau pun dimasa tua kita nanti. Mulai saat ini kita harus berpikir jauh kedepan seperti perjuangan Pramoedia Ananta Toer dalam dunia kasusastraan Indanesia. Judul buku "1000 Wajah Pram dalam kata dan Sketsa"ini, sangat bagus dan mewakili isi dari buku.Sketsa yang dimaksud dalam judul tersebut adalah gambaran keseharian Pram semasa hidupnya yang ditulis dalam buku ini. Kalau gambar sketsa sebenarnya tentang Pram dipamerkan disaat 1000 hari meniggalnya yang merupakan hasil karya adik –adik dari sekolah dasar,yang sekarang disimpan perpustakaan PATABA[Pramoedya Ananta Toer Anak Blora].Isi dari Buku ini telah menginformasikan dengan lengkap tentang sosok Pram dengan sebenarnya,tanpa ada yang harus disenbunyikan. Dengan membaca buku ini,pembaca akan lebih dekat lagi bersama Pram.Tapi buku yang berjudul "Pramoedya AnantaToer dari dekat sekali ". Oleh koeselah soebagyo kurang dekat sekali dan buku berjudul "Bersama Mas Pram "Oleh Koesalah soebagyo,juga tidak fokus pada tokoh Pramoedy itu sendiri .
Maka pada akhirnya kesimpulan yang saya dapat, setelah membaca buku ini yaitu memberi pengetahuan tentang Pram dan segala kehidupan maupun perjuangan beliau bagi bangsa Indonesia dan dunia baik prestasi dan penhargaan-penghargaan yang diproleh serta dapat meluruskan tentang sejarah Indonesia. Dan bagi para pemuda dan para pengaggum barunya dapat melanjutkan perjuanganya lewat karya-karya kita juga dan dengan karya-karya kita itu semoga kita dapat melakukan tindakan nyata yang sangat berarti bagi kehidupan yang akan datang dan buat diri kita,orang lain serta bangsa ini.


*Pernah Dimuat dikoran Harian Medan Post 2009
Oleh : Pujiono Slamet

0 komentar:

Posting Komentar

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies