
Tentunya dalam kehidupan kita sehari-hari pastilah memiliki panutan hidup untuk lebih terarah dan memperbaiki kwalitas kepribadian kita.Semua itu identik dengan sosok para ulama, kiayi, syeach, usthad atau orang yang dianggap alim.Lama-kelamaan kita menghargai dan mengagumi tingkah dan perbuatanya sesuai Al-Quran dan Al-Hadis.
Jika ada acara pengajian akbar, pastilah yang paling di tunggu adalah seorang mubhligh yang memiliki sebuah karomah yang begitu sangat besar terhadap orang awam maupun para santri.Suasana seperti itu biasnya di miliki santri-santri yang berada di dusun yang masih taat dalam menjalankan ibadah atau ajaran agama.Dibandingkan di kota sangat jauh karena aroma keagamaan sama sekali tak terlihat karena faktor kesibukan yang membuat mereka tak memikirkan akhirat.
Tapi sekarng masyarakat cenderung meragukan dan mempertanyakan mengapa orng yang dianggap mampu mengurus pondok dan santrinya masuk kedunia politik maupun partai maupun berpoligami.
kita bisa beri Contoh kyai. H Zainudin Mz yang masuk partai, AA Gyim yang berpoligami,Syeach Pujiono yang menikahi anak dibawah umur,Gus Dur yang masuk ke dunia politik hingga menjadi Presiden.Banyak Pro dan kontra dalam masyarakat.
Siapa yang menjadi panutan kita saat ini? meski di sisi lain adah aspek yang membuat image buruk itu mulai muncul dan apakah panutan sperti ini di inpikan untuk memperbaiki sebuah harapan untuk lebih baik.
Tapi biar masyarakat yang memilih jalanya. Semoga kita segera menemukan panutan yang lebiah baik suatu hari.
Oleh : Pujiono Slamet

0 komentar:
Posting Komentar