Lelaki tua memanik surya emas
Di kala pagi
Mengajarkan mantra-mantra pelipur lara
Demi bangsa ini...!
Seribu kata telah di torehkan
Dalam lembaran irama tawamu
Sejuta senyummu telah berpagut
Di lautan bergemuruh
Berkawan ilmu suci dan pengabdianmu
Engkaulah aura putih
Yang menerangi jiwa-jiwa sepi
Di ujung cahaya berkelopak bianglala
Berwajah gemilang
Engkaulah rembang petang
Yang melingkari cakrawala kasih
Pada anak-anak yang mengangankan
Cita - cita dan harapan
Cambuk kemandirianmu
Takjubkan maya pada
Setiap lentera-lentera jelagamu bertitahkan
Selusin oase pena pengukir
Prestasi
Tak akan renta penantianku bertuliskan
Sebait kegaguman bertinta emas
Pada sebongkah karang dilaut
Dan hamparan sajadah harmonisasi alam
Engkaulah guru kehidupan
Bertabuh dalam nurani
Bersama diktat dan petuahmu
Engkaulah episode kisah nyata
Menggapai titian mimpi
Menguraikan setiap abjad masa depan
*Untuk Guruku Tercinta
Oleh : Pujiono Slamet
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
Aku juga punya puisi yang judulnya Lelaki Tua, tapi isinya bagusan kamu banget....
Posting Komentar