
Aku ini gelap
Tertutup kabut hitam
Berselimut jaring kelam
Aku ini sang raja
Bertengger diujung tahta
Namun kekuasan menjerat jiwa
Aku ini sang tuan
Bebas melapangkan kaki dan tangan
tapi hidup bagai budak tanpa merasa
Nyaman
Kini kebiadapanku berbalik laknatku
Kutukan menjadi demi kutukan menjadi
Siksaku
Apakah karma Engkau suguhkan
Untukku
Hingga kesunyian malampun
Memekik dan memecahkan isi bumi
Akar-akar kehidupan nenbelenggu
Raga dan jiwaku
Terdengar suara dedaunan kering
Yang membisikkan
Nada sumbang
Ketika tuntunan-Mu kuabaikan
Alunan tembang Sholawatan
Mendesh lembut
Serasa mengikis isi dada
Merobek-robek segala duka lara
Waktuku telah tertelan masa
Terukir perjalanan hidup
Pertanda sang mentari telah
Menginjak senja
Ya robb..
Terimalah sujud senjaku ini
Biarlah noda dan dosa ku lebur
Dengan berta’aruf kepda_mu
Aku ingin tersungkur dalam kubangan
doa-do
dan tetesan air mataku
akan menjelma menjadi seuntai
mutiara
yang merajai segala noda dan dosaku
ya robb..
meski lautan-Mu tlah merah karena
lumuran dosaku
ku mohon mandikan aku ke dalam
air penawar-Mu
agar racun-racun ke angkaramurkaanku
sirna dengan menerima taubatku
Blora,8 Agustus 2002
*Pernah dimuat dikoran harian Riau Pos Ekspresi, Minggu 27 Desember 2009
Oleh: Pujiono Slamet

1 komentar:
bagus kok...
btw, sujud senja itu kapan ya? hehehe...
Posting Komentar