Angin mulai merayapi sekujur ragaku
Menggigili di muara-muara benih kericuhan
Kusisirkan sejuta kehangatan kasih sayang
Pada selembar jubah pengharapan
Kau liukan tarian lara
Pada duri-duri jiwaku
Aku tersendat meng-angankan segayung rindu
Hingga mnggeretmu ke dermagaku
Kau menerjang demensi alam pikiranku
Pesonamu tak daya ku pudarkan
Pada wanginya pucuk rambutmu
Yang tergerai
Tadah kesombanganmu menyurutkan
Niatku
Mengunyah rambatan kalbu yang membeku
haru
Kau kampakkan kebncianmu pada ranting
Rapuhku
Wadah-wadah keinginanku selebar
Telapak asaku
Parit rinduku bercumbu bersama angin malam
Dalam imajiku
Wahyu keibuanmu masih terasa kupeluk
Meski hanya dentum morgana yang semu
Pekanbaru, Oktober 2009
Oleh : Pujiono Slamet
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar