Aku mengambang di antara kilasan
Kacamata rasa
Meminjam pucuk hatimu
Dengan jeritan resah dalam gua berpadas
Raungan brgejolak
Mengintai dilubang hati
Tangisanku kau tenteng
Ke dalam pasar sepiku
Aku bergumul dalam wajahmu
Penjaga hati resah dan sedih
Luapkan itu pada Tuhan-Mu
Nyatakan kebesaran-Nya
Aku teronta beribu sesak tentangku
Aku seperti rembulan yang tandas
Di awan kelabu
Semua t’lah kau binasakan, tangisanku
Yang tak berpendar ujungnya
Barlah hatiku berkelana jauh agar tak
Terusik lagi sengau jarit hatiku
Pekanbaru, Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar