Bibirnya megukir gumam yang teramat merdu
Mengarungi lautan hidup tanpa tepi
Pada pabrik-pabrik kelesuan yang mereka telusuri,
Setangkup nafas keletihan tercecer di cawan resahnya
Selaksa waktu telah di reguk bercambuk dalam duka
Apa peduli mereka tentang nasib yang mereka seduh
Hari ini…!
Cericaunya masih rebah tanpa lerai
Dengan desahan kosong dan kering
Penatnya di balut rasa kesal
Dan bahagianya di lipat raib pergi
Sang raksasa mengecohkan gelak tawanya
Dalam kebimbangan batin
Tong semangatnya hendak meluntur
Ruang gerak di dadanya yang mengembang luas
Pelan-perlan tumpang di pojok janji pudar
Buruh-buruh disayap langit
Kemana lagi kau rentangkan panji kemenanganmu
Kau lunglai dan tanganmu terpental jauh
Untuk berteriak keadilan
Tapi tak keberdayaan jua yang mengintaimu
Hiruk pikik suaramu yang kau pendam
Saat ini…!
Pekanbaru, oktober 2009
*Imajinasi Ziarah malam
Oleh : Pujiono Slamet
BURUH-BURUH DI SAYAP LANGIT
Diposting oleh
Blognya Orang Blora
, Sabtu, 16 Januari 2010 at 06.44, in
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar