WEB BLOG
this site the web

RINDU YANG LAYU

Mengapa hujanku bertombak runcing tak bergeming
Kau ada di setiap tempat, meremukan jiwa dan hatiku
Jangan,”kataku geram.
Semuanya tersengal dan menangisiku

Kau tidur bernisan bantal keabadian
Jangan kau berteriak, setengah letihku mencarimu.
Wahai…! Embun bertandas mentari
Tolong redamkan nafas kenangan
Tak mampu rasaku hingga kering tulang tangguhku

Sungguh roboh terpecah membelah irisan hatimu
Ditepi jalan berbunga
Rasuki saja titian mimpiku
Tapi jangan sesatkan aku pada derai matamu yang syahdu
Sapa khasmu kentalkan ragumu untuk bahagia
Racuni tapi jangan matikan kekelabuan yang menjemukan
Juga menertawakan dalam kalahku

Kau tak ada tapi sumber cerita telah tertandur
Di tanah layuku
Sanggupkah ku lepaskan kau di runtuhnya
Cambuk kangenku

Pekanbaru, 24 Desember 2009

0 komentar:

Posting Komentar

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies