
Kau tak pantas mengemis
sebuah harapan yang roboh
di istana yang kubangun
dari beningnya bola matamu
aku hanya bisa
mengusap Airmatamu
agar percik bintang di langit
memancarkan indahnya hatimu
yang bergemuruh
mencintaiku
Ranah Melayu, Desember 2010
Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.
0 komentar:
Posting Komentar