
Ku tinggalkan kota tempat kelahiranku yang penuh dengan kenangan indah dan cerita masa lalu yang menyakitkan. Salvi dan Cristi dua sosok wanita yang pernah mengisi hari-hariku yang membuat aku pergi merantau ke Pekanbaru. Ku ingin tinggalkan semua kenangan bersamanya meski hatiku ragu dan berat, tapi apa boleh buat aku harus pergi juga dari kotaku ini. Kota yang penuh dengan sgala kegagaln dan kasedihanku.
Aku masih teringat saat jatuh cinta pertama kali pada seorang cewek yaitu salvi .Ia telah mengajarkan aku tentang arti kehiduan sebenarnya, tapi sayang ia telah menghianati cinta suciku. Dibelakangku salvi diam-diam selingkuh dengan sahabatku sendiri. Sahabat yang sudah dianggap saudara tega berbuat itu padaku. Dalam kesakitan hatiku akhirnya aku bertemu dengan Cristi yang telah mengobati luka hatiku. Hampir 8 tahun aku pacaran. Kami pun sepakat untuk menikah, tapi sayang pernikahan kami batal gara-gara ia dijodohkan oleh orang tuanya. Ya Tuhan betapa hancur berkeping-keping hatiku saat itu. Cinta yang ku bina selama delapan tahun berakhir seperti ini.
Sudah hampir satu bulan aku berada di Pekanbaru, bertempat tinggal dirumah pamanku .Dan aku berkerja ditaman wisata.sebagai tukang sapu. Tapi apa boleh buat mungkin aku harus jalani pekerjaan ini. Meski harus menyesuikan diri dengan lingkungan sekitarnya.Teman baru, suasana baru, dan beberapa masalah mungkin menghadang nanti. Di tempatku bekerja, perasaan pedih dan terluka mulai tumbuh lagi. Di taman wisata banyak orang membawa kekasihnya ,bermesraan, asyik bercerita di tepi kolam penuh bermacam ikan lele, gurami, patin. Terkadang mereka ingin melihat ikan melempar makanan maupun nasi saat mereka makan, .ikan pun saling berebutan Canda tawa mereka terkadang membawa kebahagian tiada tara dan pasti yang melihat peristiwa itu, rasanya iri sekali batinku. Tapi biarlah aku ga perlu iri sama kebahagiaan mereka.
Disaat aku memandangi sepasang kekasih itu. Tiba-tiba ada sebuah mobil avansa waarna silver menabrakku, akupun menghindar dan tubuhku terpental beberapa meter dari mobil itu. Kemudian seorang gadis cantik berpostur tinggi berambut panjang berkulit kuning bersih keluar dari mobil itu..
‘’Ga apa-apa bang?kata gadis itu sambil membangunkanku.
Aku pun mulai berdiri, mungkin tidak begitu parah keadaanku. Kulihat gadis itu menagis meneteskan air mata.
‘’ Kenapa kok menangis, apa lagi ada masalah?tanyaku padanya.
‘’Abang tak apaa-apa, maafkan kesalahanku tadi dan aku nabrak abang.
‘’Udalah aku ga apa-apa kok, hanya luka sedikit mungkin.
Kemudian kami saling duduk di pinggir kolam bersama,Tapi isak tangis gadis itu mulai terdengar lagi. Entah apa yang sedang terjadi padanya. Kemudian pertanyaan ku ulangi lagi.
‘’Kenapa kamu menagis?tamyaku agak ketakutan.
“Cowokku sudah selingkuh bang, dan dia juga udah manfaatin aku. Kenapa aku bodoh sekali. kemrin dia minta uang !0 juta buat operasi ayahnya.ternyata dia kabur entah kemana .Ku tanyai teman kulianya tapi mereka tidak tahu kemana perginya. Ku cari di kos-kosanya pun tidak ada. Aku tertipu mentah-mentahan bang selama ini?Apalagi dia telah merengut kesucianku. Aku tidak mau menangung aib dan akhirnya aku mengugurkanya bang?.aku sudah ga perawan lagi.
Setelah gadis itu selesai bicara, ku kelurkan sapu tanganku ku ulurkan kepadanya buat mengusap air matanya.
“Udalah jangan menangis, semua sudah terjadi yang penting sekarang harus berhati-hati sama cowok dan kamu harus ambil hikmah dari semua ini.
‘’Maaf ya ?aku harus kerja lagi, aku takut bosku marah denganku.
“Makasih ya bang, kamu udah mau dengar curhatku. Oh ya”kita belum kenalan. Namaku Erisa.
Kemudian di menjabat tanganku, akupun mulai menyebut namaku, Herman.
* * *
Hari-hari telah berlalu akhirnya aangin basah menerpa wajahku.kini tlah tiba satu tahun pertama telah menginjak bulan puasa. Alunan dan lantunan kitab suci tlah menggema dan malam penuh suka cita direngkuh bersama. Setelah sholat subuh aku ada janjian sama Erisa. Maklum ia ngajak aku untuk ke MTQ. Setelah tiba ku melihat banyak berbagai macam orang baik anak-anak, orang tua maupun kaum remaja. Tepatnya di depan gedung purna MTQ,Aku pun dan erisa duduk di sekitar tempat itu.Enak juga suasanaya.Kami pun ngorol sana-sini.
“Bang, aku pingin bunga di taman seberang jalan itu. Biar aku ambilkan aja.”tak usah ,aku ingin mengambilnya sendiri. Tapi…ris, rasanya perasaanku ga enak.ah, aku tak menghiraukanya, lalu Erisa pun segera mengambil bunga di seberang jalan itu. Aku pun tak menemaninya.Tapi kok lama Hampir lima belas menitan.
“Entah ada apa di jalan raya itu, kok rame-rame. Akupan penasaran.segera ku beranjak dari tempat dudukku. Akupun segera Tanya kepada salah satu orang yang bergerombol itu. Ada kecelakaan bang !kayaknya cewek. Aku pun segera membuka satu persau langkah ku menuju segromblan orang-oarang. Aku segera melihatnya.Ya Allah ternyata Erisa. Mataku terbelalak melihat erisa berlumuran darah keningnya, darahnya menetes di sekujur tubuhnya denngan memnggengam bunga, bunga itu pun berlumuran darah.segera ku meraba nadinya, ternyata dia telah meninggal dunia.
‘’Selamat tingal kota bertuah, aku tak bisa disni terus. Kenangan bersama Erisa selalu menyayat dan pedih terasa. Mengapa Ke tiga kalinya cinta ku pergi meninggalkanku. Apa salahku Tuhan dan rahasia apa yang akan ku berikan untukku.
Ranah Melayu, desember 2010

0 komentar:
Posting Komentar