Aku seperti musafir
Yang mengakarkan tubuhku
Disetiap tetes do’a
Sepanjang musim
Menyibak sepenggal tangis
Yang kian uzur
Di tepian hatiku
Hanya kepada-Mu
Kutengadahkan suratan
Takdirku
Melampirkan pengembaraan jiwa
Yang melelahkan
Pada putik-putik hari
Yang memupus
Kuberanguskan lafadz
Tentang kilat pedihku
Yang melingkari
Rerona langit ufuk timur
Dan menitipkan luka kata
Pada patahan duka
Yang terkungkum
Di titian mimpiku
Yang semu
Di muat majalah Sabili,14 September 2010
Oleh : Pujiono Slamet
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar