Kumemanik surya
Di kala pagi
Menangkarkan selasar hari
Yang kian melesak
Ditelan nyanyian debu
Kutagih janjimu kemuning?
Di stasiun tua
Di antara bocah-bocah gelandangan
Yang menggigil kedinginan
Mendeburkan embun nasibnya
Yang lekang mereka baca
Pada dahan-dahan
Harapanku yang kering
Kulipat ribuan kisah
Dipenghujung bulan Desember
Yang basah
Ketika senyum beliamu
Berluberan menggenangi
Puri-puri rinduku
Kuulur seutas bayang
Dari hakekat kebisuanmu
Yang berkarat
Meski jasadmu meyisih
Bersama mentari senja
Namun, tak kurebahkan cintamu
Karena sabda kasihku
Masih mendesing
Di jiwamu yang beku
Di muat koran Riaupos, 10 oktober 2010
Oleh : Pujiono Slamet
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar