DATA BUKU
Judul : Menerjang Rasa Takut
Penulis : Santosa Mulia
Penerbit : Pustaka Hidayah, Bandung
Cetakan : Pertama, 2009
Tebal : 229 Halaman
RASA TAKUT ANUGERAH TUHAN
Tuhan telah banyak memberikan anugerah kepada manusia yang berada di bumi-Nya. Salah satunya adalah kesehatan karena kesehatan merupakan anugerah yang tak ternilai harganya. Ketika kita sakit pastilah menderita. Banyak bermacam-macam makanan enak di suguhkan tapi mulut terasa pahit. Sungguh mahal harga kesehatan itu karena tak dapat di tukar dengan apa pun termasuk uang yang menumpuk segunung sekali pun. Tuhan juga memberikan sebuah anugerah lain yang di lihat dari sisi emosional manusia yaitu: Rasa takut. Dalam AL-Quran Allah berkata :
“ Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” [ QS Al Baqoroh [2] : 155 ].
Rasa takut hadir dalam setiap aspek kehidupan manusia tanpa pandang bulu yang selalu mendera dalam kehidupan manusia rasional modern abad ini. Ketakutan dirasakan oleh anak-anak kecil, remaja tanggung, orang tua, malaikat mau pun iblis sekali pun. Rasa takut yang paling menonjol dalam kehidupan kita adalah maut atau kematian.
Kata Anand Krishna : Inilah basis kehidupan : rasa takut yang sesungguhnya tidak ada namun memberi kesan seolah ada. Tidak ada yang perlu ditakuti, karena apa yang mesti terjadi sudah pasti terjadi. Mereka yang takut hidup, berusaha mengakhirinya, padahal tanpa di akhiri pun hidup pasti berakhir. Maut adalah kepastian : bahkan satu-satunya kepastian adalah hidup ini.
Rasa takut juga mnyadarkan manusia akan ketidak berdayaan dan kebutuhan mereka akan prolehan bantuan. Ketakutan menjaga manusia tetap sadar dan mawas diri. Begitu banyak keberhasilan diraih karena orang berhasil itu, mnyadari sejak awal ketakutannya karena bila tak melakukan apa-apa maka kehidupanya berakhir dengan kesuraman. Dan inilah salah satu berkah dari rasa takut.
Ada tiga fenomena sosial yang sering menjakiti diri kita: Pertama, Ketakutan terhadap yang akan datang. Kedua, Ketakutan pada masa depan yang tidak teramalkan. Ketiga, Ketakutan pada hal-hal yang tiba-tiba terjadi terhadap peristiwa-peristiwa yang tanpa tanda-tanda.
Rasa takut berakar dari pengaruh negatif. Maka dari itu kita harus memiliki keyakinan karena keyakinan adalah rasa percaya diri seseorang terhadap kemampuanya melakukan berbagai hal dan bertumpu dari dorongan positf. Jika kita takut, itu berarti kita tak punya iman. Jika kita punya iman, maka kita tak akan menjadi takut. Inilh prinsip yang sangat mendasar dalam kehidupan.
Bagian terbaik dari sebuah ketakutan adalah mengajarkan kita tentang apa yang kita khawatirkan seseorang akan musnah. Rasa takut mrupakan reaksi manusiawi yang secara biologis merupakan mekanisme perlindungan untuk menghadapi bahaya.
Kita tentunya pernah membaca di mediamasa maupun menyaksikan berita di telivisi, seorang gadis nekat loncat dari ketinggian gedung bertingkat gara-gara di putuskan pacarnya, dan ada seorang kepala rumah tangga yang menabrakan tubuhnya di bawah rel kereta api karena merasa takut menghadapi masalah tentang utang-piutang yang belum terselesaikn dari seorang rentenir, dan ada lagi pemuda yang meminum racun serangga gara-gara di tolak pinangan oleh kekasihnya. Orang-orang yang berbuat seperti itu memiliki rasa takut yang tak beralasan dan tanpa mimikirkan baik buruk ke depanya dan akhirnya mati dengan kesia-sian belaka.
Selain itu rasa takut juga bisa mnghampiri dari tingkatan profesi. Katakan saja sorang karyawan yang mndengar dari kawannya bahwa managernya killer. Lalu lantas ia merasa takut pada manager tersebut . Namuan setelah ai paksakan menemuianya kemudian berusaha mengenalnya lebih dekat. ceritanya menjadi lain .Inilah katakutan. maupun pergumulan-pergumulan yang banyak kita jumpai hampir di setiap profesi.
Rasa takut juga mendera kepada Iblis dan Malikat Jibril. Ketika Nabi Muhammad bertanya kepada Iblis : Wahai makluk terkutuk [iblis], ada berapa kelompok musuh-musuhmu. Kata Iblis,” Ada lima belas golongan beriman yang di takuti. Lima diantaranya adalah : Pertama, Nabi Muhammad. Kedua, Pemimpin yang adil. Ketiga, Orang kaya yang rendah hati. Keempat, Pedagang yang jujur. Kelima, Orang pandai yang alim. Sedangkan Malaikat Jibril takut akan datangnya hari kiamat yang mengerikan. Quthb Al-Rawandi meriwatkan dari Iman Ja’far As-Shadiq bahwa Nabi Isa pernah bertanya kepada malaikat Jibril, kapankah hari kiamat tiba, mendengarnya hati jibril gemetar sampai ia pisan
Bila rasa takut seseorang tidak segera di atasi lama-kelamaan akan menjadi phobia. Penyakit Phobia adalah kecemasan yang luar biasa, terus-menerus dan tidak realitas, sebagai respons terhadap kadaan eksternal tertentu. Jika ditelisik lebih jauh, phopia yang dialami seseorang sebenarnya tidaklah ‘rasional’, karena seseorang yang phobia terhadap kecoa misalnya-kecoanya sendiri tidak mengancam nyawa. Jadi phobia lahir dari ketidak mampuan manusia. Selalu berpikir irasional ketika brhadapan dengan objek yang di takutinya
Tetapi rasa takut ini kalau tidak di kelola dengan baik. Maka boleh jadi hidup akan terbelenggu rasa takut dan tidak akan pernah mampu melakukan hal-hal yang luar biasa. Ada enam strategi mengelola rasa takut yaitu : Pertama, Temukan dasar ketakutan, ketakutan timbul karena perasaan bukan fakta. Kedua, Akui ketakutan, kumpulkan fakta lalu buatlah keputusan. Kempat, Kembangkan impian anda, merupakan salah obat ketakutan paling efektif. Kelima, Fokus pada hal yang dapat anda kendalikan, jangan pengaruh terhadap yang bukan tujuan kita. Keenam, Kembangkan kebiasaan menang atas ketakutan, jangan pernah memberi kesempatan rasa takut sehingga mempengaruhi diri kita.
Dampak dari rasa takut adalah kehilangan kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu, kesedihan dan ketakutan yang menumpuk sehingga kita menjadi stres dan ujung-ujungnya deprsi dan putus sa
Ada beberapa cara mengatasi rasa takut. Pertama, Sering berdoa kepada Tuhan. Kedua, Rutin berolah raga. Ketiga, Menjalani hidup dengan keberanian. Keempat, Berpikiran positif dalam segala hal. Kelima, Lebih rileks dalam menjalani kehidupan ini. Keenam, Dengan terapi, bagi yang mengalami penyakit phobia
Buku Menerjang Rasa Takut ini sangat sederhana dan menarik sekali untuk dibaca karena memaparkan” Rasa takut ” dengan rinci berdasarkan, pendapat ahli Psikolog, ilmuwanan dunia, juga berdsarkan Al Quran dan Al Hadits, serta di ada beberapa contoh-contoh pengalaman dari tokoh belahan dunia yang sanggup menerjang rasa takutnya sampai menjadi sebuah kesuksesan yang luar biasa. Lembar demi lembarnya sangat membuat kita penasaran dan terus membacanya.
Buku ini juga menggagas, mengupas, membahas dan mengatasi rasa takut dari mana muara rasa takut itu berasal. Ditulis secara psikologi popular, enak di baca dan mudah di tangkap maksudnya. Sepintas pembaca akan di pancing untuk mencoba mendeteksi kembali unsur rasa takutnya. Apakah rasa takut itu nyata atau belaka karena khayalan semata. Selain itu juga dapat memberikan sebuah pencerahan dan memberi motivasi kepada siapa saja yang membacanya tanpa terkeculi. Semoga buku ini bisa mengurangi rasa takut yang kita alami saat ini. Dan juga dapat menambah koleksi di rak buku kita tentunya.
*Pernah dimuat dikoran Suara Rakyat, Edisi 86 tanggl13 – 23 Februari 2010
Oleh : Pujiono Slamet
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar