aku adalah musafir
yang menapaki
sebaris malam
pada sepenggal waktu
yang meruap
dalam bingkai darahku
sempat kulampirkan riwayat
jiwa yang melelahkan
pada putik-putik hari
yang memupus
di sekuntum pagi
kuberanguskan lafaz
tentang kilatan pedihku
yang melingkari
rerona langit ufuk timur
dan meracik luka kata
pada catatan kusam jejak duka
yang tertanak di jejaring rasa
di balik angin belukar
yang melantakkan nafasmu
dari darah cintaku...
Pekanbaru, November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar