
ceritakanlah padaku kawan,
tentang meriam waktu
yang telah terdengar di langit biru
ketika luka masih basah
di pelabuhan darah
di tanah Al Quds tercinta
ceritakanlah padaku kawan,
tentang tragedi-tragedi
di atas panggung kehidupan
bertema kematian
ceritakanlah padaku kawan,
tentang angin yang menggesa
tubuh-tubuh tanpa dosa
yang tertidur di gelaran
tangis di sepanjang
jalan Palestina
ceritakanlah padaku kawan,
tentang anak-anak yang terkapar
berselimut darah
dipeluk airmata orang tuanya
ceritakanlah padaku kawan,
tentang ketapel kayu
dan batu-batu bisu
untuk mengutuk kebiadaban
dan kekejaman
tentara Israel laknatullah
ceritakanlah padaku kawan,
tentang arti kepedihanmu
karena diriku terlalu dini
untuk merasakan derita dan luka
yang kau alami saat ini...
Puisi ini aku ciptakan Untuk Palestina
Di muat Majalah Sabili,14 September 2010
Pujiono Slamet

2 komentar:
kamu seorang yang kreatif...teruskan berkarya...=D
Makasih banyak atas saran dan motivasinya buat aku...
Posting Komentar