Menjarah waktu di genangan sepi
Menyingkapi riak wajamu
Yang mengembara disetiap
Larik dan bait nazamku
Ada jemari angin
Yang meraba-raba tubuhku
Dalam kebekuan
Ada luka yang menganga
Di cawan kasih
Berbilur kebisuan
Lalu kulangsirkan deretan luka
Di usus sungai
Tanpa tahu dimana muaranya
Dan melemparkan selaksa galau
Di lambung ombak
Yang mendesir parau
Aku hendak berziarah
Dihatimu...
Mendulang ragu
Bersama angan-angan biru
Bernostalgiakan rembulan yang meredup
Dititik rinduku yang membeku...
Alam Mayang [ Pekanbaru ],27 April 2010
*Pernah dimuat di koran Riau Pos Ekspresi,2 Mei 2010
Oleh : Pujiono Slamet
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar