Jejakku terseret di semak waktu
Pada gelaran langit yang basah
Dan melusuh
Menyatroni muara kalut yang menjelma
Dalam titis bening matamu
Sempat kueja sunyi yang sempurna
Dibalik rembulan berkabut
Megusir sayatan sembiluh yang menusuk
Lapak-lapak hatiku
Aku terengah-engah membawa
Terbang cahayamu menuju nirwana
Dalam Sepotong harapan
Yang terukir di nafasku
Kepingan Segara kelam itu,
Meyimpan luka
Menggigili kawah-kawah ingatanku
Tentang kidung cintamu
Yang memporakpandakan setangkup rasa
Pada pembatas nuraniku
Saatnya lepas...
Mengusung lembaran hari
Dan menggugat ribuan kata
Dibatang-batang diary
Nestapaku...
Pekanbaru, 21 April 2010
Oleh : Pujiono Slamet
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
Bait pertamanya pernah dikirim ke aku sebagai ucapan met pagi...hehehe
Diksinya halus sekali,,,tapi mengisyaratkan ketegasan dirimu...
Posting Komentar