
Peluh matamu remang di sudut pantai
Beriak senyum itu mencurahkan galau yang mendesah
Sepanjang detik kehidupan
Kau pasang guratan aksara tuk betutur kata
Menggapit Senandung sepi
Dengan sajak-sajak sang penyair tanpa nama
Aku tergopoh-gopoh mendulang sedihku
Bola mataku memaksa keluar
Berlari kencang menatapmu
Hatiku bergejolak meranggas
Hendak memelukmu erat
Namun nuraniku berdesis sengau
Gadis-gadis beselendang sutra
Menari di pujuk cemara
Menerobaos kencang di sela-sela kesepian
Hanya hatiku bergumul menjelajahi kesendirian
Punah Bayangmu di tembok-tembok langit
Kosong tak berpenghuni
Pekanbaru, September 2009
Oleh : Pujiono Slamet

0 komentar:
Posting Komentar